Welcome to www.jamal.com
go to my homepage
Go to homepage
WELLCOME TO SITUS LO HULONDHALO

Tuesday, May 27, 2014

PENGUATAN BUDAYA SEKOLAH DI SDN 1 DUNGGALA KABUPATEN GORONTALO



ABSTRAK

Fatmawaty Limonu. 2012. Penguatan Budaya Sekolah di SDN 1 Dunggala Kabupaten Gorontalo. Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Bapak Prof. Dr. Hi. Abd. Kadim Masaong, M.Pd dan Pembimbing II Dr. Arwildayanto, M.Pd.

Adapun tujuan penelitiannya adalah Untuk mengetahui Visi dan Misi Sekolah untuk menyamakan ide-ide dalam pencapaian tujuan sekolah dan penguatan budaya sekolah. Untuk mengetahui nilai, keyakinan dan  artefak (simbol-simbol) untuk memperkuat keunikan sekolah. Untuk memberikan gambaran tentang sistem reward dalam penguatan budaya sekolah. Dan Untuk mengetahui Penampilan Budaya Sekolah di SDN 1 Dunggala Kabupaten Gorontalo.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian yaitu; 1) Pengembangan budaya sekolah di SDN 1 Dunggala sejalan dengan visi misi dan tujuan sekolah sebab visi misi sekolah merupakan acuan dari setiap kegiatan yang dilaksanakan termasuk pengembangan budaya sekolah, mengarahkan seluruh elemen yang ada di sekolah untuk pencapaian visi dan misi, maka dilakukan hal-hal sebagai berikut; memberikan rekomondasi serta membantu para guru untuk melanjutkan studi minimal program Sarjana, Melaksanakan kegiatan keagamaan secara rutin, seperti; shalat dzuhur berjama’ah di sekolah, melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam di sekolah,  menegakkan  disiplin sekolah, antara lain apel masuk pagi hari dan pada saat jam keluar, dan melakukan supervisi secara rutin dan intensif dan melakukan evaluasi terhadap hasil supervisi. 2) Budaya sekolah yang diwujudkan dengan adannya nilai, keyakinan serta artefak sekolah untuk memberi penguatan keunikan sekolah telah berjalan dengan lancar, hal ini dikarenakan sekolah berorientasi pada tujuan memajukan sekolah secara bersama-sama. 3) Sistem reward untuk penguatan budaya sekolah telah dilakukan oleh pihak SDN 1 Dunggala melakukan budaya sekolah dengan sistem reward terhadap guru dan siswa, untuk siswa memberikan hadiah bagi siswa yang berprestasi pada masing-masing kegiatan yang dilombakan serta pada laporan hasil belajar siswa, bagi guru berupa tambahan pemberian insentif atas hasil kerjanya, pemberian penghargaan melalui ukuran penilaian kinerja dilakukan untuk lebih mengoptimalkan kinerja para guru di sekolah. 4) Penampilan budaya sekolah tercermin dari kegiatan maupun perencanaan sekolah yang dilaksanakan, budaya sekolah di SDN 1 Dunggala adalah pengembangan budaya disiplin, budaya keagamaan, budaya seni, budaya kebersihan dan budaya tradisional

Saran dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagi kepala sekolah agar mempertahankan dan meningkatkan budaya sekolah yang telah dilaksanakan agar terjaganya terciptannya sekolah yang berkualitas, kompetitif dan inofatif berdasarkan Imtaq dan Iptek, 2) Bagi guru hendaknya mendukung pelaksanaan budaya sekolah yang dilaksanakan dan lebih memaksimalkan kinerja dalam proses kegiatan di sekolah, 3) Bagi siswa hendaknya senantiasa melaksanakan seluruh program penguatan budaya sekolah yang telah dicanangkan oleh sekolah sehingga penguatan budaya sekolah dapat berjalan dengan efektif.

Kata Kunci : Penguatan, Budaya, Sekolah



Anonim. 2007.  Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Ditjen Mandikdasmen. Depdiknas.
Buchori, Muchtar.2001. Pendidikan Antisipatoris. Yogyakarta: Kanisius.
Dornseif, A. 1996.  Pocket Guide to School-Based Management. Alexandria:         Association for Supervision and Curriculum Development.
E.Mulyasa. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosda.
Fattah Nanang. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT.Remaja  Rosda.
Hadisusanto,Dirto.dkk.1995. Pengantar Pendidikan. Yogyakarta:FIP-IKIP
Hasan Langgulung. 2007. Asas-Asas Pendidikan Islam.Jakarta: Pustaka Al-Husna
http://cornerkick26.html. diakses pada hari rabu tanggal 11 April 2012.
http://www.ponpeskarangasem.com/index.php?option=com_content&view=article&id=295:budaya-sekolah&catid=67:artikel-kiriman&Itemid=93
Ibtisam Abu & Duhou. 2002. School-Based Management (Manajemen        Berbasis  Sekolah) (terjemahan: Noryamin Aini, Suparto & Abas Al-      Jauhari). Jakarta: Logos.
LAN RI. 2003. Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilatas Kinerja Instansi Pemerintah, Jakarta: LAN
Miles dan Huberman. 2007. Analisis Data Kualitatif.  UI-Press : Jakarta.
Moleong. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Nanus, Burt.2001. Kepemimpinan Visioner, Jakarta: Prenhallindo
Rahardjo., Dawan. 1997. Wawasan dan Visi Pembangunan Abad 21, Jakarta: Intermasa
Rutmini & Jiyono. 1999. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep dan         Kemungkinan Strategi Pelaksanaannya di Indonesia. Jurnal Pendidikan         dan Kebudayaan.
Syam., Buchjar et.al. 2004. Visi dan Misi KUA Era Globalisasi dan Otonomi Daerah,  Jakarta: Departemen Agama RI
Team Pend. 2003. Landasan Pendidikan. Surakarta: UMS
Tilaar,H.A.R. 2000. Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tirahardja, Umar dan La Sulo. 1994. Pengentar Pendidikan. Jakarta: P3TK DEPDIKBUD
Uyoh Sadulloh. Dkk 2006. Pedagogik. Bahan Belajar Mandiri. Bandung: UPPI PRESS.
Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: BIGRAF Publishing.
Zuldan K.Prasetyo & Slamet. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah dalam Mengembangkan dan Mewujudkan Budaya Mutu dalam Pendidikan. Cakrawala pendidikan. Juni Th.XXII.No. h.179-206.

 

No comments:

Post a Comment