Welcome to www.jamal.com
go to my homepage
Go to homepage
WELLCOME TO SITUS LO HULONDHALO

Tuesday, May 27, 2014

EVALUASI PRAKTEK KERJA LAPANGAN DALAM PEMBINAAN JIWA ENTREPRENEURSHIP SISWA



Pendidikan kejuruan yang dikembangkan di Indonesia diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau siswa yang siap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang kejuruan. Lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja tingkat menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja.
Kehadiran SMK sekarang ini semakin didambakan masyarakat, khususnya masyarakat yang berkecimpung langsung dalam dunia kerja. Dengan catatan, bahwa lulusan pendidikan kejuruan mempunyai kualifikasi sebagai (calon) tenaga kerja yang memiliki keterampilan vokasional tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Namun hal itu masih sangat jauh dari harapan dikarenakan menurut data badan pusat statistic bahwa pengangguran dari lulusan SMK lebih banyak pertama daripada sekoolah menengah umum. Hal tersebut sangat ironi sebab SMK sebagai pencetak tenaga siap pakai yang mudah terserap kerja, belum terbukti. Jika hal tersebut dibiarkan dan tidak ditanggulangi maka justru akan menghambat pembangunan serta stabilitas nasional.
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu program pendidikan nasional pada tingkat pendidikan menengah. Sebagai sebuah program, pendidikan menengah kejuruan yang berorientasi kepada peningkatan mutu dan relevansi. Program ini diharapkan menghasilkan sumberdaya manusia yang terampil dan profesional dan atau dapat berwirausaha. Usaha-usaha peningkatan mutu dan relevansi pendidikan SMK terus ditingkatkan agar jumlah lulusan yang meningkat bukan merupakan beban dalam pembangunan.
Tanggung jawab pendidikan adalah sejauh mana pendidikan itu berhasil menghasilkan manusia-manusia yang bertanggung jawab. Manusia yang bertanggung jawab dalam mengolah sekaligus melestarikan lingkungannya, manusia berdisiplin dan bekerja keras untuk memperbaiki taraf hidupnya dengan bantuan sains dan teknologi tanpa mengarah kepada sikap keangkuhan atas kemampuan akal manusia (Tilaar,2000).
Gambaran tentang kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang disarikan dari Finch dan Crunkilton (1984), bahwa : “
Kualitas pendidikan kejuruan menerapkan ukuran ganda, yaitu kualitas menurut ukuran sekolah atau in-school success standards dan kualitas menurut ukuran masyarakat atau out-of school success standards”.

Kriteria pertama meliputi aspek keberhasilan peserta didik dalam memenuhi tuntutan kurikulum yang telah diorientasikan pada tuntutan dunia kerja. Kriteria kedua, kemampuan lulusan untuk berhasil di luar sekolah berkaitan dengan pekerjaan atau kemampuan kerja yang biasanya dilakukan oleh dunia usaha atau dunia industri.
Sudah seharusnya lulusan SMK adalah sosok-sosok yang mempunyai kemampuan untuk mengimplementasi kemampuan wirausaha yang dimiliki anak didik, baik konsep maupun praktiknya. Jika anak didik mampu mengimplementasikan dalam hidupnya, maka hal tersebut akan mampu mengurangi jumlah pengangguran yang ada. Dengan kemampuan wirausaha yang dimiliki, maka anak didik tidak hanya sebagai sosok-sosok secara umum, melainkan sosok-sosok produktif untuk kehidupan yang bisa diandalkan.
            Selain itu sekolah memang sudah seharusnya melakukan proses pembekalan kemampuan, ketrampilan kewirausahaan untuk anak didiknya dan memberikan bekal pengetahuan dan sikap kepada anak didiknya melalui pembinaan jiwa Entrepreneurship sehingga saat lulus mereka sudah mempunyai keinginan dan minat untuk berwirausaha bahkan siap untuk bekerja.
            Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau mungkin lebih akrab dikenal dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan singkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional.
            Pelaksanaan praktik kerja lapangan tersebut secara tidak langsung akan memberikan siswa pengalaman serta bekal pengetahuan tentunya dalam bekerja karena selain mempelajari cara mendapatkan pekerjaan, di sana juga diajarkan bagaimana memiliki pekerjaan yang relevan dengan bakat dan kemampuannya, serta di sana siswa diajarkan untuk bekerja dengan kemampuan sendiri sehingga mereka akan mandiri. Sehingga mereka bisa mendapatkan hasil/prestasi yang sesuai dengan kemampuannya. 
             Namun terkadang hal tersebut sangat jauh dari harapan, sebab pemahaman siswa tentang pelaksanaan praktek kerja lapangan berbeda-beda, ada yang berasumsi hanya sebagai ajang pembolosan masal dari sekolah, bisa santai dirumah, bahkan hanya sekedar jalan-jalan. Padahal apabila prestasi pengalaman yang didapat dan dipahami dengan baik maka akan memungkinkan tumbuhnya jiwa serta keinginan untuk berwirausaha. Tentu hal ini dibutuhkan evaluasi yang mendalam bagi pihak yang bertanggung jawab. Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa siswa SMK telah menghasilkan beberapa produk bagi Indonesia, namun hal ini terjadi hanya dibeberapa daerah saja. Penulis sendiri berasal dari Daerah Gorontalo sampai sekarang belum mendengar bahwa SMK di Gorontalo telah berhasil menemukan Produk terbaru bagi Indonesia.

No comments:

Post a Comment