Welcome to www.jamal.com
go to my homepage
Go to homepage
WELLCOME TO SITUS LO HULONDHALO

Thursday, June 2, 2011

Hadits nabi Muhammad Saw tentang penciptaan dan pertumbuhan manusia


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
             Dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka seakan-akan tidak ada lagi hal yang tidak akan ditemukan kebenarannya dimuka bumi ini. Termasuk juga mengenai penciptaan manusia dan pertumbuhannya. Namun yang menjadi hal yang meresahkan sekaligus menyakitkan bagi kita umat muslim, yakni pada kenyataannya semua penemuan-penemuan itu jarang ditemukan oleh orang-orang muslim melainkan ditemukan oleh orang-orang non-muslim. Terlebih lagi, mereka selalu menganggap bahwa semua penemuan itu hasil dari jerih-payah mereka sendiri.
             Padahal kalau kita kaji, banyak penemuan-penemuan baru yang sebenarnya hal itu telah disampaikan oleh nabi Muhammad Saw berabad-abad yang lalu. Sala satu bukti bahwa penemuan-penemuan yang dikowar-kowarkan oleh orang-orang non-muslim bahwa itu merupakan penemuan mereka yakni tentang pertumbuhan manusia. Bahwa yang mana hal itu telah disabdakan nabi Muhammad Saw yang nanti akan penulis jelaskan dalam makalah ini.
             Itulah yang menjadi latar belakang penulis menyusun makalah ini, agar nantinya dapat memberikan pengetahuan atau dapat merevieu kembali ingatan kita orang-orang muslim bahwa sesungguhnya sebelum orang-orang non-muslim yang menemukan hal ini, terlebih dahulu adalah kita orang-orang muslim.
1.2. Permasalahan
             Dari hal diatas, akan timbul permasalahan-permasalahan yang signifikan, yang tentunya akan memerlukan jawaban yang tidak asal-asalan. Yaitu: Bagaimanakah bunyi sabda nabi Muhammad Saw tentang penciptaan dan pertumbuhan manusia? lalu bagaimanakah kedudukan hadits itu? serta apa kandungan hadits tersebut? Hal-hal inilah yang akan penulis bahas dalam makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Hadits Tentang Penciptaan dan Pertumbuhan Manusia[1]
Rosullulah Saw bersabda :
ﻋﻥﺃﺒﯽﻋﺒﺩﺍﻟﺭﺤﻣﻥﻋﺒﺩﷲ ﺒﻥ ﻤﺳﻌﻭﺪ ﺮﻀﻰﷲﻋﻧﻪ ﻘﺎﻞ
ﺤﺩﺜﻧﺎ ﺮﺴﻭﻞ ﷲ ﻮﻫﻭﺍﻠﺻﺎﺪﻖﺍﻠﻤﺻﺪﻮﻖ ﺇﻦ ﺃﺤﺩﻜﻡ ﯿﺟﻤﻊ ﺨﻟﻗﻪ ﻔﻰﺒﻄﻥﺃﻤﻪ ﺃﺭﺒﻌﻳﻥ ﻴﻮﻤﺎ
ﺜﻡ ﻳﻜﻭﻥ ﻔﻰﺬﻠﻙ ﻋﻠﻗﺔ ﻤﺛﻝﺬﻠﻙ ﺜﻡ ﻳﻜﻭﻥ ﻔﻰﺬﻠﻙ ﻤﺿﻐﺔ ﻤﺛﻝﺬﻠﻙ
ﺜﻡ ﻴﺭﺴﻝﺍﻟﻣﻟﻙ ﻔﻳﻧﻓﺦ ﻓﻳﻪ ﺍﻟﺭﻭﺡ ﻭﻴﺆﻤﺭ ﺑﺄﺮﺑﻊ ﻛﻠﻤﺎﺕ ﺒﻜﺘﺐ
ﺭﺯﻗﻪ ﻮﺃﺟﻠﻪ ﻮﻋﻤﻠﻪ ﻮﺷﻗﻲ ﺃﻮ ﺳﻌﻴﺪ ﻓﻮﺍﻠﺬﻯ ﻻﺇﻟﻪ ﻏﻴﺮﻩ
ﺇﻥ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻟﻴﻌﻤﻞ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞﺍﻟﺠﻨﺔ ﺣﺗﻰ ﻣﺎﻳﻜﻮﻦ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻨﻬﺎ ﺇﻻﺫﺭﺍﻉ ﻓﻴﺳﺒﻖﻋﻠﻴﻪ ﺍﻠﻜﺘﺎﺏ
ﻓﻴﻌﻤﻞ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞﺍﻠﻨﺎﺮ ﻓﻴﺪﺧﻠﻬﺎ
ﻮﺇﻥ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻟﻴﻌﻤﻞ ﺑﻌﻤﻞﺃﻫﻞﺍﻠﻨﺎﺮ ﺣﺗﻰ ﻣﺎﻳﻜﻮﻦ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻨﻬﺎ ﺇﻻﺫﺭﺍﻉ ﻓﻴﺳﺒﻖﻋﻠﻴﻪ ﺍﻠﻜﺘﺎﺏ
ﻓﻴﻌﻤﻞ ﺑﻌﻤﻞ ﺃﻫﻞﺍﻟﺠﻨﺔ ﻓﻴﺪﺧﻠﻬﺎ[2]
Artinya
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata
Bahwa Rosullulah Saw bersabda dan beliau yang benar dan dipercaya
Sesungguhnya kalian semua akan dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah (sperma)
Kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu juga kemudian menjadi mudhghah (embrio) selama itu juga
Kemudian diutus malaikat untuk meniupkan ruh padanya lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kalimat
Rezekinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya maka demi Allah yang tiada tuhan selain Dia
Ada salah seorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali tinggal sehasta kemudian ia didahului oleh ketetapan Alah
Lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka maka ia pun masuk neraka.
Dan ada salah seorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali tinggal sehasta kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah
Lalu ia melakukan perbuatan ahli surga maka ia pun masuk surga.[3]
            Hadits diatas merupakan salah satu dari banyak hadits yang menjelaskan tentang proses penciptaan dan pertumbuhan manusia.
2.2. Kedudukan Hadits Tentang Penciptaan dan Pertumbuhan Manusia
Hadits diatas merupakan hadits agung yang keshahihannya telah terjamin karena diriwayatkan oleh dua Imam besar yakni Imam Bukhari dan Imam Muslim dan berisi hal yang mencakup semua keadaan manusia dari mulai awal penciptaan, kedatangan ke dunia hingga akirnya masuk surga (tempat kebahagiaan) atau masuk neraka (tempat kesengsaraan) sesuai amalnya di dunia dan sesuai dengan ilmu, qada dan takdir Allah[4].
2.3. Kandungan Hadits Tentang Penciptaan dan Pertumbuhan Manusia
Kalau kita melihat secara sepintas, maka yang akan terlihat bahwa hadits di atas masih bersifat universal. Namun jika di lihat lebih jauh lagi dengan memakai metode pendekatan psikologi, maka kita akan menemukan beberapa kandungan yang sangat luar biasa yang dapat menyadarkan kita tentang diri kita sendiri.
Hal-hal yang akan kita temukan jika kita melihat lebih jauh lagi dengan memakai metode pendekatan psikologi antara lain yakni sebagai berikut :

Fase perkembangan janin di rahim.
       Hadits ini menunjukan bahwa janin diciptakan selama seratus dua puluh hari dalam tiga tahapan. Dimana setiap tahapan adalah selama empat puluh hari. Pada empat puluh hari pertama berupa nuthfah, pada empat puluh hari yang ke-dua berupa ‘alaqah, pada empat puluh hari yang ke-tiga berupa mudhghah dan pada hari yang ke-seratus dua puluh malaikat meniupkan ruh kepadanya, lalu dituliskan baginya empat kalimat[5]. Allah Swt menyebutkan dalam kitab-Nya bahwa janin diciptakan dalam fase-fase tersebut, sebagaimana dalam firman-Nya :
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur) maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging.”[6]
       Dalam firman-Nya yang lain juga Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk lain). Maka Mahasuci Allah pencipta yang paling baik.”[7]
       Dalam ayat diatas, Allah menyebutkan empat fase yang disebutkan dalam hadits, lalu menambahkan dengan tiga fase lainnya sehingga menjadi tujuh fase. Ibni Abbas bekata “Adam diciptakan dalam tujuh fase” kemudian ia membaca ayat ini. Jadi untuk tujuh fase itu hanya dikhususkan oleh Allah kepada Nabi Adam As.
F Ditiupnya ruh.
Para ulama telah bersepakat bahwa ruh ditiupkan ke dalam janin ketika/setelah janin berumur seratus dua puluh hari terhitung sejak mulai terjadinya pembuahan. Yaitu ketika usia kehamilan sudah empat bulan dan memasuki bulan yang ke-lima.
Semua itu benar berdasarkan realita yang dapat disaksikan, maka semenjak itu ditetapkan hukum-hukum untuk memenuhi kebutuhannya seperti hukum tentang penyandraan nasabnya dan kewajiba pemberian nafkah. Dan hal ini diyakini dengan bergeraknya janin di dalam rahim. Inilah hikmah mengapa istri yang di tinggal suaminya, masa iddahnya selama empat bulan sepuluh hari. Alasannya ialah untuk meyakini bahwa rahimnya benar-benar kosong dari janin tanpa ada sedikitpun tanda-tanda kehamilan.
F Haramnya menggugurkan kandungan
Para ulama telah bersepakat atas haramnya menggugurkan kandungan (aborsi) sebelum dan setelah ditiupkannya ruh kedalam janin. Hal ini dipandang sebagai tindakan kriminal yang haram untuk dilakukan oleh seorang muslim. Karena hal ini merupakan pengingkaran sekaligus penolakan penciptaan makhluk sempurna di dalam rahim dan pembunuhan bagi nyawa yang tidak berdosa tersebut.
F Ilmu Allah Swt
Sesungguhnya Allah Swt mengetahui keadaan makhluk sebelum penciptaannya. Maka, tidak ada satu keadaanpun baik itu berupa iman, taat, kafir, maksiat, bahagia, celaka, dan sebagainya kecuali semuanya diketahui oleh Allah dan berdasarkan kehendak-Nya. Banyak nash dan kitab yang menjelaskan hal ini diantaranya ialah :
“Dari Ali bin Abi Tholib Ra dari Nabi Saw bersabda : tidak ada makhluk yang bernafas kecuali Allah telah menentukan tempatnya di surga atau di neraka, telah dituliskan celaka atau bahagia.”[8]
Namun ilmu Allah tidak menghalangi kebebasan hamba dalam memilih dan meraih apa yang mereka inginkan. Karena ilmu Allah merupakan sifap yang tidak memiliki pengaruh. Bukti kebebasan itu ialah bahwa Allah memerintahkan untuk berbuat baik dan melarang untuk berbuat jahat.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari semua hal yang sudah penulis utarakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
F Manusia hadir di dunia ini karena ada interfensi dari Allah.
F Manusia sebagai makhluk yang sempurna tidak diciptakan dengan asal-asalan saja.
F Sebelum manusia lahir kedunia ini semua ketetapannya, baik itu berupa iman, taat, kafir, maksiat, bahagia, celaka, dan sebagainya semuanya telah ditentukan oleh Allah Swt.
F Manusia diciptakan oleh Allah pada umumnya melalui tiga tahapan yakni tahapan yang masih berupa  nuthfah (sperma) selama 40 hari, kemudian berupa alaqah (segumpal darah) selama 40 hari, kemudian berupa mudhghah (embrio) selama 40 hari juga, kemudian ditiupkan ruh.
3.2. Kritik dan Saran
Penulis sangat menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan maka dari itulah kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis butuhkan untuk perbaikan di kemudian hari.
Wawllahu Alam bi Shawab…..


DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran dan Terjemahannya, wakaf dari pelayan dua tanah suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa’ud.
Abd. Dahlan, Aminah. Hadits Arba’in Annawawiyah : dengan terjemah Bahasa Indonesia, Bandung : Al-Ma’arif, 1985.
Al-Bugha. Musthafa Dieb. Dr. dan Mistu, Muhyiddin. Syaikh.  Al-Wafi : Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi, Jakarta Timur : Pustaka Al-Kautsar, 1993.
A. Partanto, Pius dan Al-Barry, M. Dahlan. Kamus Ilmiah Populer, Surabaya : Arkolo, 1994.
Kitab Shahih Bukhari.
Kitab Shahih Muslim.


[1] Hadits Arba’in yang ke-4 tentang Tahapan Penciptaan Manusia dan Akhir Kehidupannya.
[2] Dr. Musthafa Dieb Al-Bugha dan Syaikh Muhyiddin Mistu, Al-Wafi : Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi (Jakarta Timur : Pustaka Al-Kautsar, 1993), h. 22-23.
[3] Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari pada Bab Awal Penciptaan (Bab Penyebutan Malaikat) No. 3036. Dan Qadar para Nabi. Shahih Muslim pada awal kitab Al-Qadar (Bab Bagaimana Penciptaan Adam) No. 2643.
[4] Dr. Musthafa Dieb Al-Bugha dan Syaikh Muhyiddin Mistu, Al-Wafi : Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi (Jakarta Timur : Pustaka Al-Kautsar, 1993), h. 23.
[5] Tahapan-tahapan penciptaan manusia dalam rahim.
[6] Al-Qur’an surat Al-Hajj Ayat 5.
[7] Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 12-14
[8] Hadits riwayat Bukhari.

3 comments:

  1. ini kok gabisa di copas yaah :(

    ReplyDelete
  2. pas banget buat tugas bukhori aaah tpi kok gabisa di copas

    ReplyDelete
  3. Terima kasih sudah berkunjung. Cara meng-copas file yang anda minati yaitu: Dengan memakai Tombol Keyboard (ctrl + C ). Berlaku untuk semua file. Mohonn maaf untuk semntara kami nonaktifkan klik kanan pada layar.

    ReplyDelete