Welcome to www.jamal.com
go to my homepage
Go to homepage
WELLCOME TO SITUS LO HULONDHALO

Tuesday, December 26, 2017

Mengenal Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison merupakan salah satu penemu yang paling memberikan kontribusi besar bagi dunia berkat temuannya yaitu lampu pijar. Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Biografi Thomas Alva Edison
Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong. Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.


Penemuan Lampu Pijar oleh Thomas Alva Edison

Pada tahun 1877, ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti yaitu lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar yang didapat dari hasil menjual penemuannya ke perusahaan-perusahaan dan dalam kurun waktu dua tahun ia melakukan percobaan membuat lampu pijar.
Biografi Thomas Alva Edison
Model lampu temuan Thomas Alva Edison
Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

 ...Aku tidak gagal. Hanya saja aku menemukan 10000 jalan yang ternyata tidak bekerja - Thomas Alva Edison

Penemuan Lain dari Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia. Tahun 1877 ia juga menemukan phonograph.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar. Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

FAKTA UNIK TENTANG THOMAS ALVA EDISON
Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya sebagai berikut :
1.      Thomas Alva Edison Sulit Mendengar, Bukan Tuli, Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang tidak diobati. Ada juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.
2.      Surat kabar di atas kereta pertama, Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.
3.      Dot dan Dash, Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik “.” dan garis “-”.
4.      Melamar Mina dengan kode Morse, Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.
5.      Menolak disebut gagal, Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”
6.      Paten pertama yang gagal, Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.
7.      Mesin tato, Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O’Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.
8.      Laboratorium riset industri pertama, Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.
9.      Penyihir Menlo Park, Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

10.  Listrik untuk semua, Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.

Sumber: http://www.biografiku.com

Wednesday, April 12, 2017

Efektivitas Pelayanan Administrasi

Untuk mengukur keberhasilan atau efektivitas pelayanan kepada masyarakat, menurut Suhady (2000:25) yaitu pelayanan yang berkualitas terdiri dari empat faktor, yang dijelaskan oleh penulis sebagai berikut :
    1)      Ketepatan, yaitu petugas yang melayani memberikan atau melakukan pelayanan yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh yang dilayani;
Ketepatan pelayanan merupakan isyarat bahwa masyarakat berhak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya, dan petugas pun dengan lebih rinci dan akurat berupaya mengadakan hal tersebut. Ketepatan dalam pelayanan untuk memastikan kepada konsumen bahwa yang diberikan oleh petugas pelayanan dapat diterima dengan baik tanpa adanya keluhan sedikitpun.
2)      Kecepatan, yaitu petugas yang melayani memberikan dan melakukan pelayanan secara tepat waktu agar yang dilayani tidak merasa jenuh;
Kecepatan yang dimaksud adalah kegiatan pelayanan yang tidak menyulitkan masyarakat dengan harus menunggu lama, waktu yang tidak terbuang sia-sia dalam hal pengurusan sesuatu hal. Kecepatan bukan berarti terburu-buru dalam melayani konsumen, akan tetapi dimaksudkan agar pelayanan tersebut tepat waktu sesuai target konsumen.
3)      Keramahan, yaitu petugas yang melayani memperlakukan yang dilayani dengan sopan dan beretika;
Berkaitan dengan etika pelayanan petugas dalam hal ini pegawai dalam melayani masyarakat, senyum kepada masyarakat dan tidak mengeluarkan amarah bila masyarakat tersebut bertanya tentang sesuatu yang belum dimengerti.
4)      Murah, yaitu yang dilayani merasa tidak terbebani atas pelayanan yang diberikan.
        Murah dalam hal ini dapat dijangkau oleh masyarakat pada umumnya tentang biaya yang dibebankan pada layanan tersebut. Pelayanan yang murah dapat memicu kepuasan masyarakat tentang kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Murah dan tidak membebani masyarakat tujuannya agar masyarakat merasa terbantukan dengan pelayanan yang diberikan.

Rujukan diatas dapat dijadikan indikator pelayanan administrasi**
Sumber:

Suhady, Idup, 2000, Kebijakan Pendayagunaan Aparatur Negara, Jakarta : LAN Republik Indonesia

Abdul Rauf Mayang., SE., MM. Efektivitas Pelayanan Administrasi pada Masyarakat. (artikel online) Gorontalo: Pondok Mahasiswa.


Indikator Akuntabilitas Pelayanan Publik

David Hulme dan Mark Turney mengemukakan bahwa akuntabilitas merupakan suatu konsep yang kompleks dan memiliki beberapa instrumen untuk mengukurnya terdiri dari 6 indikator (Raba, 2006:115), yaitu adanya indikator penulis uraikan sebagai berikut:
(1) Legitimasi bagi para pembuat kebijakan;
  Legitimasi dianggap penting bagi pemimpin pemerintahan, karena para pemimpin pemerintahan dari setiap sistem politik berupaya keras untuk mendapatkan atau mempertahankannya. Dengan adanya legitimasi yang dimiliki oleh seorang pemimpin dapat menimbulkan kestabilan politik dan memungkinkan terjadinya perubahan sosial dan membuka kesempatan yang semakin besar bagi pemerintah untuk tidak hanya memperluas bidang-bidang kesejahteraan yang hendak ditangani, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan.
Legitimasi juga merupakan konsep yang menimbulkan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin. Legitimasi dapat diartikan dalam arti luas dan arti sempit, dalam arti luas adalah dukungan masyarakat terhadap sistem politik, sedangkan dalam arti sempit merupakan dukungan masyarakat terhadap pemerintah yang berwenang. Antara kekuasaan normatif dan kualitas pribadi berkaitan erat dengan legitimasi. Legitimasi juga merupakan suatu tindakan perbuatan hukum yang berlaku, atau peraturan yang ada, baik peraturan hukum formal, etnis, adat-istiadat, maupun hukum kemasyarakatan yang sudah lama tercipta secara sah. Jadi, dalam legitimasi kekuasaan, bila seorang pemimpin menduduki jabatan dan memiliki kekuasaan secara legitimasi (legitimate power) adalah bila yang bersangkutan dianggap absah memangku jabatannya dan menjalankan kekuasaannya.
(2) Keberadaan kualitas moral yang memadai;
            Kualitas moral erat kaitannya dengan pelayanan yang ramah kepada masyarakat dengan mengacu pada sikap, senyum aparat dalam melayani kebutuhan masyarakat.
(3) Kepekaan;
            Kepekaan merupakan sikap para aparatur pemerintahan, terhadap aspirasi masyarakat agar terciptanya kondisi masyarakata yang berpartisipasi dalam kegiatan. Kepekaan dalam pelayanan publik berhubungan erat dengan kepekaan para aparat dalam menerima saran dan kritik maupun aspirasi dari masyarakat ketika meminta pelayanan.
(4) Keterbukaan;
            Keterbukaan erat kaitannya dengan loyalitas kerja berupa kejujuran aparat dalam melakukan pelayan kepada masyarakat. Keterbukaan dalam pelayanan dimaksudkan agar proses pelayanan tersebut dapat diketahui oleh masyarakat.
(5) Pemanfaatan sumber daya secara optimal;
        Yaitu mendayagunakan seluruh kemampuan aparat dan prasarana yang tersedia guna mendukung pelayanan kepada masyarakat.
(6) Upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas 
          Mengimplementasikan kebijakan sudah dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan memperhatikan kebijakan dalam pelayanan dan penerapannya pada masyarakat. Acuan pelayanan yang dipergunakan aparat birokrasi dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik. Indikator tersebut mencerminkan prinsip orientasi pelayanan yang dikembangkan oleh birokrasi terhadap masyarakat pengguna jasa.

Sumber:

Dr. H. Manggaukang Raba, “Akuntabilitas: konsep dan Implementasi”, (Cet. I ; Malang: UMM
Press,2006), h. vii.

Abdul Rauf Mayang., SE., MM. Indikator Akuntabilitas Pelayanan Publik. (artikel online) Gorontalo: Pondok Mahasiswa.






Sunday, December 18, 2016

Inovasi Mahasiswa Bolsel dengan Arang Tempurung

Hasil penelitian memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa  Batok (Tempurung) Kelapa untuk dijadikan ARANG AKTIF, mendorong semangat Rinto Kha Paputungan Mahasiswa asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang saat ini sedang menimbah ilmu Pasca Sarjana di Isntitut Pertanian Bogor berkayakinan untuk dapat mewujudkan impiannya mengharumkan nama Daerah ditingkat Nasional bahkan internasional.
Menurut Rinto Kha Paputungan, Berdasarkan data dari BPS tahun 2015, produksi Kelapa di BMR seperti Bolaang Mongondow Selatan sebesar 15.115,38 ton/tahun,  Bolaang Mongondow Utara 9.699,00 ton/tahun, begitu juga Bolaang Mongondow Timur mampu memproduksi kelapa sebanyak 7.180 ton/tahun. Produksi kelapa sebesar itu otomatis produksi Tempurung Kelapa juga ikut meningkat sehingga lebih dari cukup untuk bahan menta Arang Aktif.


Rinto Kha Paputungan saat mengunjungi pabrik pembuatan Arang Aktif
Dua hal yang mendasar untuk dapat mewujudkan impian saya dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Yang pertama, Saya telah melakukan penelitian Tempurung Kelapa dari Bolsel untuk dijadikan Arang Aktif di Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor dan hasilnya memenuhi standar Nasional dengan Kadar Air 2,287%, Kadar Abu 2,955% dan Lodine 1053mg/g.
Yang kedua jelas Rinto, dirinya telah mengunjungi langsung lokasi Pabrik pembuatan arang aktif di Bojonegoro Jawa Timur pada tanggal 23 November 2016 dan mempratekan langsung cara produksi dengan skala yang cukup besar.
Dari dua hal tersebut, tinggal bagimana mewujudkannya, potensi sudah ada, ini sebuah Inovasi baru untuk dapat diberdayakan oleh pemerintah daerah.ucap Rinto
Dirinya pun berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung dan memberdayakan hasil peneltian ini, “ Tempurung di BMR cukup banyak untuk dijadikan bahan baku dan hasil penelitian memenuhi standar nasional, sekedar diketahui bahwa untuk harga pasaran arang aktif saat ini sebesar Rp 28 000 sampai Rp 35.000/kilo.” Jelasnya (88)

"SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI BAGI SAHABAT PONDOK MAHASISWA ".
Sumber: WartaBolmong

Yakin Harumkan Nama Daerah Melalui Arang Tempurung

Mengharumkan Nama Daerah ditingkat Nasional atau Internasional, adalah impian Rinto Kha Paputungan, pemuda asal Kabupaten Bolsel yang saat ini sedang menuntut ilmu di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan Inovasi barunya.

“Bolsel adalah daerah yang produksi perkebunan Kelapa yang terbesar di Bolmong Raya. Sehingga ini yang menjadi motivasi saya agar Bolsel bisa dikenal di tingkat nasional bahkan internasional dengan sumber daya alam yang ada,” ujar Rinto.

Ia mengaku telah melakukan penelitian tempurung kelapa Bolsel Arang Aktif di Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan di Bogor. “Hasil yang diperoleh sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia dengan Kadar Air 2,287% kadar Abu 2,955% dan Iodine 1053mg/g. Arang aktif dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyerap logam, memurnian limbah, industri air minum dan industi pertambangan,” jelas Rinto.

Adapun harga jual Arang Aktif dipasaran kata Rinto, mencai Rp. 28.000,00 – Rp 35.000,00/Kg. “Saya telah mengunjungi langsung lokasi Pabrik pembuatan arang aktif di Bojonegoro Jawa Timur pada tanggal 23 November 2016. Banyak hal yang diperoleh sehinga ke depan saya optimis bisa merealisasikan di daerah Bolsel tercinta,” katanya.

Ia berharap kedepan Pemerintah bisa mendukung Inovasi yang semetara dijalankan.

"SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI BAGI SAHABAT PONDOK MAHASISWA ".

Sumber; totabuanews


"Arang Tampurung Nasibmu Tak Sehitam Warnamu"

Penelitian Arang Tempurung
Arang Tampurung di daerah nyiur melambai dikemas menjadi sebuah lagu, kini sudah tak asing bagi semua orang (Gunawan-Manado).
Maka untuk Bolaang Mongondow Selatan memiliki potensi Sumber Daya Alam yang besar yakni tampurung kelapa. Hal ini dapat dilihat dalam data BPS 2015 Produksi Kelapa terbesar di Bolaang Mongondow Raya ialah Bolaang Mongondow Selatan sebesar 15.115,38 Ton. 

Siapa sih,... yang tidak ingin mengharumkan nama daerah ditingkat Nasional bahkan internasional.

Oh,... Arang tampurung sampai kapan Engkau tidak diperhatikan semua orang, betapa pentingnya Engkau jika sudah diolah dengan baik serta dikemas sedemikian rupa. Mungkin butukan waktu untuk meyakinkan semua orang, Biarlah,... cepat atau lambat semua akan terjawab juga.

Sebagaimana dalam lirik lagu manado ‘itang-itang arang tampurung’ menujukan bahawa Arang tampurng benar-benar Hitam. Kali ini aku hadir dan akan membuatMU lebih baik sehingga Semua Orang tergila-gila padamu, Bahkan aku yakin Engau Jauh berharga dari pada Emas Sekalipun.

Memang Benar,... saat ini banyak orang diluar sana menghabiskan waktunya untuk mendapatkan Emas, meski meninggalkan keluarga (Istri dan si buah hati). Hanya ingin mendapatkan Emas walaupun nyawa bisa menjadi taruhan, karena tidak mudah untuk mendapatkan Emas. Mencari Emas harus membutuhkan Keberanian, Usaha dan Kerja Keras masuk dalam lubang yang dalam menembus Batu yang keras, bahkan terkadang di dalam lumpur sekalipun.

Semua orang tak punya kemanpuan yang sama, menjalani hal ini dimana Jauh dari keluarganya hanya persoalan Emas. Maka Arang Tapurung akan menjdi jawaban Anda yang selalu berusaha dan bekerja keras.


Penulis: Rinto Paputungan. (Sementara melakukan penelitian tentang arang tampurung)

Berikut Foto-foto penelitiannya.
















"SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI BAGI SAHABAT PONDOK MAHASISWA ".
Baca Juga:
Yakin Harumkan Nama Daerah Melalui Arang Tempurung.

Saturday, October 18, 2014

Registrasi CPNS Online Bermasalah; "Data tidak sesuai dengan KTP"

Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan registrasi CPNS Online sering terjadi masalah atau eror pada sistem. Kali ini masalah yang terjadi malah pada data kartu penduduk kita. Padahal data yang sudah kita masukan sudah sesuai dengan KTP yang tertulis. Pakai kaca mata pembesar pun data KTP yang kita masukan yang sudah sama persis dengan data pada kolom registrasi, namun ketika melakukan pendaftaran, justru pesan yang muncul "Data tidak sesuai KTP". Bingung jadinya. Bolak balik Bapecapil pun pesan ini tak akan berubah. hehehe. 

Adapun tips yang kami berikan, berhubung sudah beberapa sahabat Pondok Mahasiswa di Gorontalo (21 orang) yang telah berhasil melakukan registrasi online.

1. Buka file Ms. Word untuk Copy Paste data yang anda masukkan. Hal ini dilakukan agar kita bisa copy paste data email atau NIK yang sudah ketik, Capek kan..bila harus ketik lagi. berhubung server Panselnas sering bermasalah. Bisa juga untuk database data agar kita tidak lupa.

2. Buat email baru (Pastikan email tersebut sesuai dengan nama anda, "tidak pakai nama samaran atau ketambahan penghubung lainnya). Pakai pasword yang gampang/mudah saja diingat. Membuat email baru tidak lebih 10 menit saja. Jadi luangkan waktu anda

3. Lihat Formasi Wilayah yang anda tuju. Lihat dan terawang klo jurusan anda terdapat pada formasi tersebut. Bila ada, silahkan lakukan registrasi atau klik https://regpanselnas.menpan.go.id/ isi dengan hati-hati sesuai data NIK, NAMA,dan EMAIL yang anda buat tadi. Berikut Contoh registrasi.
Pastikan kode security terlihat, agar anda tidak me-reload lagi.


4. Setelah data semua sudah sesuai dan lengkap, Klik kirim. Apabila lancar jaya, maka lihat email anda di Kotak Masuk atau di Kotak SPAM email. Bila pesan sudah muncul print out atau baca petunjuk selanjutnya. 

Nah kembali ke judul tulisan ini masalah yang baru-baru muncul pada registrasi ini yaitu "Data tidak sesuai KTP", Bingung kan...Padahal KTP kita asli 2000% buatan Bapecapil. 

5. Langkah yang perlu anda lakukan yaitu mendaftarkan KTP anda secara nasional karena barangkali Data tersebut tidak sesuai data base Kemendagri. Silahkan klik link pengaduan berikut. SAPA KEMENDAGRI dan Klik Sub Menu DAFTAR. maka akan muncul gambar sebagai berikut.

*Masukkan data anda sesuai KTP
*Scan KTP anda dan di upload

6. Setelah anda melakukan langkah-langkah pendaftar Data KTP anda secara nasional, maka diulangi lagi Registrasi CPNS di Panselnas. Tetap isi data secara hati-hati. Klik Kirim. dan Alhamdlillah Anda sudah berhasil registrasi. Buka email dan ikuti petunjuk selanjutnya untuk login untuk mengisi form pendaftaran online. atau klik http://sscn.bkn.go.id

Tips selanjutnya seyogyanya dan sebaiknya ketika anda melakukan registrasi dan pendaftaran CPNS Online dilakukan pada saat server Panselnas tidak sibuk. Pada tengah malah jam 1-4 atau bisa setelah Shalat Subuh jam 4-6 Pagi. Selamat Berjuang. Semoga bermanfaat.
Bukti registrasi yang berhasil kami lakukan terkait masalah di atas.
Mendaftar Minggu 19 Oktober 2014 Pukul 4.04 am.



Penulis; Abdul Rauf Mayang (Via email: jamal.abdulraufmayang@gmail.com)
Silahkan memberi komentar bila terjadi kesulitan, Kami akan segera mencarikan solusi terbaik untuk anda. Terima kasih sudah berkunjung.

Monday, October 13, 2014

Selamat Datang Pendiri Facebook di Indonesia; Pejuang kreatif di Masa Kuliah

Kali ini Pondok Mahasiswa menulis tentang kedatangan Pendiri Facebook di Indonesia, Ya..Siapa yang tidak mengenal milyader muda ini. Upps..Kali ini kita tidak membahas tentang jumlah hartanya, tetapi kegigihannya dalam membuat sosial network sewaktu beliau berstatus mahasiswa. 

Mahasiswa tentu, Beliau membuktikan ke Dunia bahwa dunia kampus dapat menjadi ladang kreativitas sehingga berdampak pada proses hidup selanjutnya, Berkat beliau kita semua dapat terhubung, berkat sahabat satu ini kita semua dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga dimanapun berada.

Seperti yang dilansir oleh TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - bahwa Kedatangan Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zurkerberg, ke Indonesia selain untuk menghadiri acara Internet.Org yang dibuatnya, sekaligus untuk melihat pasar Indonesia yang sangat penting dan luas bagi Facebook serta pemetaan data Indonesia melalui aplikasi Facebook nantinya atas kerjasama dengan Ericsson dan XL sebagai provider di Indonesia.

" Mark orang yang hebat, yang tetap mau belajar, terutama dalam memahami pasar dan customers. Dalam diskusi satu jam kami dapatkan ide yang sangat berguna dalam meningkatkan customer experienc," papar Hasnul Suhaimi, CEO XL Indonesia khusus kepada Tribunnews.com siang ini (13/10/2014).

Dalam konsep Mark lewat Internet.org nya, jelas tertulis bahwa Facebook akan meningkatkan pengaruhynya serta peranannya dalam media sosial di Indonesia. Itulah sebabnya Mark melakukan kerjasama dengan Ericsson dan XL, tambahnya.

Konsep Mark dengan menggunakan aplikasi khusus u\yang sedang dikembangkan saat ini, nantinya berharap bisa meningkatkan akses dan aplikasi Facebook ke daerah pedusunan Indonesia sekaligus sehingga penggunaan Facebook dapat lebih berguna bagi masyarakat Indonesia.

Di lain pihak Facebook pun dengan aplikasi yang dilakukannya itu akan semakin dapat memetakan jati diri pengguna dan lokasinya  sehingga menjadi satu data yang sangat berharga bagi Facebook itu sendiri   dalam segi marketing nantinya di masa mendatang.

Dengan kata lain, konsep Mark ini  (http://internet.org/press/improving-app-and-network-performance-in-indonesia),  klik bagian terakhir, file PDF,  tampaknya akan sangat banyak menguntungkan Facebook menggarap lebih lanjut data lengkap penduduk dan lokasi Indonesia sampai detil nantinya lewat aplikasi dan teknologinya.

Tentu sebagai mahasiswa kita salut dengan perjuangannya, Pondok Mahasiswa berharap jejak ini dapat diikuti oleh sahabat-sahabat lainnya dimanapun berada, Dengan mencoba kita akan menemukan ide baru, Semakin banyak mencoba maka semakin dekat dengan tujuan kemenangan. Diakhir cerita beliau sempat blusukan dengan Presiden RI kita nanti, mengadakan blusukan ke pasar. hehehe..sayang tidak bisa melihat langsung tokoh panutan revolusi kreatif mahasiswa ini.

Thursday, October 2, 2014

Bangga Jadi Anak Kaki Lima; Dari Pesantren menjadi Milyader Muda


Sahabat satu ini menjadi milyader muda berkat kegigihannya dalam berdoa dan berusaha. Ya..beliau adalah Rahmat Latief Bialangi (fb) yang juga merupakan sahabat senasib dan seperjuangan waktu menuntut ilmu di Pesantren.


Kisahnya sangat menginspirasi.
Rahmat (kiri berbaju biru) bersama ayahnya saat menonton perhelatan piala dunia di Brazil, baru-baru ini (Foto.Facebook Rahmat Latif Bialangi)
Pondok Mahasiswa- Kisah inspirasi bisa datang dari mana saja, siapa saja. Termasuk dari anak muda Gorontalo satu ini. Anak seorang pedagang kaki lima berani melambungkan cita-citanya,dia pernah jadi jurnalis, karyawan bank, hingga menjadi pengusaha beromzet miliaran rupiah.
Simak penuturannya sebagaimana yang dituliskannya sendiri.semoga inspiratif!
Namaku Rahmat Latif Bialangi. Panggil saja aku Rahmat. Aku lahir di Bulota, sebuah desa kecil di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada 28 Maret 1989 silam. Aku anak sulung dari empat bersaudara. Sejak kecil aku bercita-cita jadi seorang Pengusaha.
Bapakku adalah seorang pedagang kaki lima di Limboto, sementara ibuku adalah Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo. Meski penghasilan orangtua pas-pasan, namun semangat mereka untuk menyekolahkanku bersama adik-adik sangat besar.
 Sayangnya saat aku lulus SMA niatku kuliah di luar daerah ditentang oleh bapak . Beliau melarangku karena pesimis tidak mampu membiaya kuliahku. Belum lagi adik-adikku yang masih duduk di bangku sekolah juga butuh biaya. Awalnya aku sangat sedih dan kecewa atas keputusan Bapak. Tapi aku juga tidak bisa bersikap egois. Kalau aku memaksakan kehendak untuk kuliah di luar daerah, lantas bagaimana dengan adik-adikku?.
Bukankah mereka juga punya hak yang sama seperti aku?
Tapi tiba tiba Bapak meralat kembali keputusannya. Beliau akhirnya mengizinkanku melanjutkan kuliah di luar daerah, tepatnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Betapa senangnya hatiku saat itu, dengan linangan air mata, aku berterima kasih kepada bapak dan ibuku.
Sebelum aku meninggalkan tanah kelahiran, Bapak berpesan agar aku belajar sungguh-sungguh dan tidak ikut pergaulan bebas yang notabene akan merugikanku dan orangtuaku.
Menginjakkan kaki di Kota Makassar adalah salah satu anugerah buatku. Tidak pernah terpikir sebelumnya aku bisa ke Kota terbesar di Indonesia Timur itu. Bermodal keberanian dan kemauan belajar aku, mendaftar di Universitas Muslim Indonesia, salah satu universitas swasta tertua di Sulawesi. Awalnya aku ingin memilih jurusan ekonomi, namun orangtua menyarankan agar aku memilih jurusan bahasa Inggris dengan alasan jurusan yang satu ini sangat besar peluang kerjanya. Aku pun mengiyakan saran mereka.
Hidup di rantau orang ternyata tidak mudah, selain dituntut untuk bisa beradaptasi, kita juga dituntut bisa pintar-pintar mengatur hidup. Apalagi tidak ada yang mengontrol kita. Segala sesuatu kita kerjakan sendiri. Aku agak lega saat bertemu dengan teman-teman baru yang juga berasal dari Gorontalo.
Berbeda denganku, tingkat ekonomi orangtua mereka di atas rata-rata . Bahkan ada beberapa teman aku merupakan anak pejabat di Gorontalo, ada pula anak konglomerat dari Gorontalo. Jadi tidak heran jika fasilitas mereka lengkap dari kost yang nyaman, ada tv hingga fasilitas sepeda motor pun mereka ada. Meski demikian aku tidak minder dan tetap bergaul dengan mereka.
Buat aku mereka sama seperti aku, toh yang kaya itu orangtuanya.
Dengan penuh kesabaran aku melewati getirnya hidup di Kota besar. Aku memilih kost yang letaknya dekat dengan kampus. Untuk mengurangi biaya transportasi, setiap hari aku jalan kaki dari kost menuju kampus tempatku menuntut ilmu.
Tak ada keluh kesah melainkan cita-cita besar yang selalu aku tanamkan dalam diriku. Alhamdulillah berkat ketekunan dan kesabaranku, saat memasuki semester dua, aku mendapatkan beasiswa. Seiring berjalannya waktu, aku berinisiatif mencari pekerjaan sampingan.
Sayangnya niatku malah jadi bahan tertawaan teman-teman yang juga berasal dari Gorontalo. Menurut mereka tidak mungkin aku bisa mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar . “Ngana pikir ini bo Gorontalo? Ini Makassar Bro, lulusan Magister saja sulit dapat kerja apalagi ngana yang belum sarjana “ Kalimat itu masih segar dalam benakaku.
Ocehan mereka tidak membuat aku patah arang.
Kesempatan pun tiba-tiba datang, aku mendapat informasi kalau ada penerimaan wartawan di koran terbesardi Indonesia Timur yaitu Harian Fajar Makassar. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan dengan bekal pernah aktif di dunia jurnalis waktu di bangku Sekolah,aku pun langsung mengirim data diri dan surat lamaran kerja ke Harian Fajar. Berharap-harap cemas dengan sabar aku menunggu pengumuman. Hingga tak terasa tiga minggu telah berlalu. Aku mulai pesimis dan tidak lagi berharap untuk bisa lolos. Pada akhirnya tak disangka-sangka waktu aku menghadiri bazar HPMIG Cabang Makassar, tiba-tiba temanku langsung mengucapkan selamat atas lolosnya aku sebagai calon wartawan Fajar. Sontak aku kaget dan bingung. Padahal aku tidak pernah memberitahukan pada siapapun jika aku melamar di Fajar. Ternyata informasi tersebut mereka tahu karena pengumumannya tercetak di Harian Fajar edisi hari itu. Betapa senangnya aku saat itu. Meskipun ada yang menyindir bahwa pengumuman itu belum final. Tapi buat aku itu tidak penting, aku tetap optimis dengan hasil pengumuman tersebut. Alhamdulillah dengan kegigihanku mengikuti segudang seleksi di setiap tahapnya. Aku pun resmi diterima sebagai wartawan Fajar di bagian pendidikan dan hiburan.
Sejak aku bergabung di Fajar, banyak hal yang bisa aku dapatkan. Berkat Fajar aku bisa berbaur dengan para elit dan Pejabat Kota Makassar. Dan satu hal yang paling istimewa adalah saat aku ketemu dengan artis dan selebriti Indonesia dengan mudahnya. Padahal dulu aku harus rela berebutan untuk bisa melihat artis idola dari dekat.  Sekarang aku bisa dekat dan bercerita langsung dengan mereka, di antaranya Ungu, The Virgin, Marcel, Agnes Monica,Derby Romero, dan masih banyak lagi. Sementara untuk kalangan pejabat di antaranya Mantan Wakil Presiden, Yusuf Kalla, Gubernur Sulsel, Syarhrul Yasin Limpo,Mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dll.  Meski sibuk meliput sana sini, namun amanah orangtua agar aku bisa menyelesaikan studi tepat waktu selalu aku ingat.Terbukti aku selalu dahulukan dan prioritaskan urusan kuliah.
Tak terasa waktu begulir. Aku tidak lagi jalan kaki ke kampus. Sejak aku aktif di dunia jurnalis, aku bisa beli motor. Selain aktif sebagai Jurnalis, aku juga aktif dibeberapa organisasi, salah satunya KNPI Provinsi Sulsel.  Satu hal yang buat orangtuaku bangga adalah aku bisa menyelesaikan kuliah dalam kurun waktu tiga tahun empat bulan. Setelah aku meraih gelar Sarjana Sastra Inggris aku memutuskan untuk keluar dari Fajar dan Alhamdulillah aku diterima sebagai karyawan di salah satu Bank. 
Aku pun hijrah ke Kabupaten Pinrang karena ditempatkan di sana. Beruntung di Pinrang ada orangtua angkatku yang biasa aku panggil Ayah dan Bunda, mereka tidak lain Muhammad Abrar Usman dan Suharni. Aku sangat bersyukur pada saat itu karena dianggap jadi bagian dari keluarga mereka.
Berstatus sebagai pegawai Bank tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri buat aku dan keluarga. Tapi lama- kelamaan aku merasakan sesuatu yang aneh. Rutinitas yang harus aku jalani sebagai pegawai bank membuat aku jenuh dan merasa tidak nyaman. Hingga akhirnya aku mengambil keputusan untuk keluar. Tentu saja keputusan itu ditentang keras oleh keluarga aku. Menurut mereka, tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Dalam situasi itu aku coba tenangkan diri dan berpikir positif. Di saat genting itulah aku memutuskan untuk melirik peluang usaha yang ada. Hingga akhirnya aku tertarik dengan bisnis traveling. Berangkat dari sebuah keberanian, akhirnya aku mulai mempelajari bisnis Jasa Pariwisata. Awalnya aku ragu tetapi akhirnya aku membulatkan diri untuk menjajaki bisnis tersebut.
Rupanya bisnis ini membawa keberuntungan buat aku, aku pun mulai menekuninya. Hingga tak disangka-sangka dalam kurun waktu satu tahun usaha yang bisa dikatakan tanpa modal seperpun ini meraup omzet yang fantastis bagi wirausaha pemula seperti aku, Yah, omzet yang aku dapatkan sekitar Rp 1,5 M dalam waktu satu tahun.
Berkat usaha tersebut, sebagai rasa syukurku aku pun menunaikan ibadah umrah, sementara kedua orangtuaku rencananya ingin langsung menunaikan ibadah haji. Tak hanya itu impianku ingin jalan-jalan ke luar negeri bukan lagi isapan jempol belaka. Bahkan baru-baru ini aku memboyong bapakku ke Negeri Samba, Brazil untuk menyaksikan langsung piala dunia 2014. Betapa bahagianya hatiku kala bapak menangis terharu saat aku menyodorkan tiket brazil padanya. Ternyata rahasia Allah benar-benar luar biasa buat keluargaku. Bagaimana tidak, ketika piala dunia 1998, bapak saya rela berdiri dari balik jendela rumahnya orang hanya untuk menyaksikan langsung pertandingan final Prancis lawan Brazil. Tidak ada pilihan lain karena saat itu kami belum punya tv.
Kini usaha yang aku geluti telah berbadan hukum yang kuberi nama PT. Insan Andrasta Tour dan berkantor di Kabupaten Pinrang. Meski demikian para konsumen yang mempercayakan perjalanannya pada kami tersebar di berbagai daerah. Selain memiliki perusahaan yang bergerak dibidang jasa perjalanan, aku juga mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang kursus bahasa inggris yang kuberi nama My Star English School.

RAHMAT LATIEF BIALANGI