Welcome to www.jamal.com
go to my homepage
Go to homepage
WELLCOME TO SITUS LO HULONDHALO

Tuesday, June 21, 2011

Konsep Syirik


Menurut bahasa syirik adalah persekutuan atau bagian, sedangkan menurut istilah syirik adalah mempersekutukan Allah SWT dengan selain Allah SWT (makhluk-Nya).[1] Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik adalah kufur atau sejenis kekufuran.[2]
Syirik menurut Muhsih Qiraati adalah bersandar kepada selain Allah SWT. menggeser posisi ketuhanan-Nya kepada makhluk, serta meyakini adanya kekuatan di atas kekuatan-Nya.[3] Sedangkan menurut Sohari bahwa syirik adalah mempersekutukan Allah dengan selain-Nya, yaitu memuja-muja dan menyembah makhluk-Nya seperti pada batu besar, kayu, matahari, bulan, nabi, kyai (alim ulama), bintang, raja dan lain-lain.[4]
Di antara bentuk-bentuk pengagungan yang berlebihan dan melampaui batas kepada Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:[5]
  1. Meyakini bahwa Rasulullah mengetahui perkara yang gaib dan bahwa dunia diciptakan karena Rasulullah SAW.
  2. Memohon pengampunan dosa dan masuk surga kepada Rasulullah SAW, karena semua perkara ini adalah khusus milik Allah Ta’ala dan tidak ada seorang makhlukpun yang ikut serta memilikinya.
  3. Melakukan safar (perjalanan) dengan tujuan menziarahi kuburan Rasulullah SAW, karena Rasulullah SAW sendiri yang melarang perbuatan ini dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak boleh melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil haram, Masjid nabawi dan Masjidil aqsha”. Dan semua hadits yang menyebutkan keutamaan melakukan perjalanan untuk mengunjungi kuburan Rasulullah SAW adalah hadits yang lemah dan tidak benar penisbatannya kepada Rasulullah SAW, sebagaimana yang ditegaskan oleh sejumlah imam ahli hadits. Adapun melakukan perjalanan untuk melakukan shalat di Masjid nabawi maka ini adalah perkara yang dianjurkan dalam Islam berdasarkan hadits yang shahih.
  4. Meyakini bahwa keutamaan Masjid nabawi adalah karena adanya kuburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini jelas merupakan kesalahan yang sangat fatal, karena Rasulullah SAW telah menyebutkan keutamaan shalat di Mesjid nabawi sebelum Rasulullah wafat.

No comments:

Post a Comment